14 Cara Jitu Budidaya Ciplukan



Gunungkidul (hariangunungkidul.com) Ciplukan akhir-akhir ini menjadi populer di masyarakat karena diketahui bahwa buah ciplukan mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Khasiat buah ciplukan antara lain diabetes, radang paru-paru, radang tenggorokan, gangguan getah bening, pencegah epilepsi dan masih banyak lagi manfaat lainnya.


Tanaman ciplukan yang semula dianggap hanya sebagai tanaman liar kini telah menjadi tanaman obat yang bernilai ekonomis. Inilah mengapa banyak orang mencoba menanam ciplukan untuk mendapatkan keuntungan untuk digunakan sendiri ataupun di jual.


Cara menanam ciplukan tidak terlalu sulit karena tanaman ini dapat tumbuh liar dengan sendirinya. Namun jika kita mengharapkan hasil yang optimal dari budidaya tanaman ini, perlu adanya teknik perawatan yang tepat.


Penanaman ciplukan bisa dilakukan di lahan pertanian, seperti sawah dan kebun yang luas, atau di dalam pot yang mengelilingi kebun. Berikut akan saya jelaskan cara menanam ciplukan pada areal tanah yang luas.


Berikut ini adalah garis besar tata cara penanaman ciplukan pada areal yang luas seperti sawah dan kebun. Prosedur tersebut terdiri dari beberapa langkah dengan urutan sebagai berikut:


Persiapan tanah untuk ciplukan


Dalam cara bercocok tanam, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan areal tanam terlebih dahulu. Hal ini penting dilakukan karena kondisi penanaman yang baik dan tepat akan memungkinkan tanaman ciplukan tumbuh subur. Tanah tanaman yang baik harus memenuhi kriteria berikut:


  • Paparan sinar matahari langsung minimal 8 jam sehari


  • Mengandung nutrisi yang dibutuhkan selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman


  • Kadar air yang memadai (dekat sumber air)


  • PH tanah (keasaman) antara 5,5 - 6,8


Setelah memilih areal tanah yang cocok, segera tanam areal tanah tersebut. Beberapa langkah dilakukan untuk mengolah areal penanaman. Berikut tahapan-tahapan untuk membudidayakan areal tanam yang baik.



Penggemburan tanah


Tanah yang gembur akan mengoptimalkan akar tanaman ciplucan sehingga mampu menyerap unsur hara di dalam tanah. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cangkul atau traktor bajak. Setelah tanah gembur, bedengan (barisan tanaman) bisa dibentuk.


Pembuatan bedengan


Tujuan pembuatan bedengan adalah untuk memudahkan pengairan, penyiangan dan pemanenan. Caranya adalah dengan mengumpulkan tanah di antara barisan untuk irigasi. Ketinggian bedengan sekitar 10-20 cm agar tanah tidak cepat kering.


Penyediaan pupuk dasar


Setelah bedengan terbentuk, dapat diberikan pupuk dasar yang dapat berupa pupuk kandang atau pupuk organik lainnya. Tanah digali di tengah bedengan membentuk strip panjang dan pupuk didistribusikan secara merata di dalamnya. Pupuk tersebut kemudian ditutup dengan tanah kembali. Kini banyak dijual pupuk organik dalam bentuk butiran sehingga lebih mudah diaplikasikan.


Tutupi bedengan dengan bungkus plastik


Setelah diberi pupuk, bedengan ditutup dengan plastik mulsa untuk mencegah tumbuhnya gulma atau tanaman liar lainnya. Alternatif lain adalah dengan menggunakan jerami atau rumput kering untuk menutupi bedengan.


Penyiraman pupuk


Setelah ditutup dengan plastik, pupuk dibasahi melalui bedengan menggunakan pompa air. Pastikan ada cukup air untuk membasahi seluruh bedengan agar pupuk di dalamnya cepat hancur. Hindari menanam benih segera setelah pupuk baru, karena tanah menjadi panas saat pupuk rusak dan dapat mematikan akar tanaman. Sampai saat ini bedengan dibiarkan sekitar dua minggu sementara benih ciplucan disiapkan.


Persiapan benih


Sambil menunggu pupuknya terurai, kita bisa menyiapkan benih ciplukan. Dengan mempersiapkan benih yang baik, pertumbuhan ciplukan yang tidak merata dapat dicegah. Berikut proses yang benar untuk mengolah biji ciplukan.



Pilihlah biji ciplukan sebagai bijinya


Untuk menentukan biji ciplukan yang baik sebagai biji, kita perlu memastikan bahwa buah ciplukan yang kita konsumsi benar-benar masak dan berasal dari pohon yang sehat. Buah yang sudah masak terlihat kulitnya agak kuning kering dan daging di dalamnya berwarna merah kuning. Jika Anda memiliki buah yang benar-benar sudah masak, segera keluarkan bijinya dengan cara meremas buahnya. Kemudian pisahkan bijinya dari daging buah ciplukan. Kumpulkan bijinya dan keringkan selama sekitar 1-2 jam di bawah terik matahari. Benih kering sekarang siap ditaburkan.


Pembibitan benih ciplukan


Kumpulkan tanah untuk media tanam kemudian diayak agar halus dan bebas dari kerikil dan benda kasar lainnya. Tuang tanah ke dalam kantong plastik polybag kecil dan susun di dalam wadah bak kecil. Sirami kantong polybag secara merata, kemudian tanah dilubangi sedalam 2-5 mm. Ingatlah untuk tidak terlalu dalam karena ukuran biji ciplukan sangat kecil. Bibit yang ditanam terlalu dalam akan memperlama munculnya tunas atau bahkan tidak tumbuh.


Isi lubang pada kantong polybag dengan biji ciplukan sebanyak 2-3 biji ciplukan per polybag. Lubang tersebut ditutup kembali dengan taburan tanah tipis-tipis.  


Tahap selanjutnya adalah menunggu tumbuhnya tunas, yaitu sekitar 1 minggu. Setelah tunas sudah tumbuh, lakukan perawatan dengan meletakkan polybag di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung lalu disiram secukupnya setiap hari. Di atas polybox dapat diberikan atap plastik yang bersifat transparan untuk mengamankannya jika terjadi hujan.


Tanaman bibit ciplukan


Setelah benih disemai pada kantong plastik menjadi setinggi 10-15 cm, maka benih ciplukan siap dipindahkan ke bedengan.


Pada tahap ini agar tanaman tidak mati maka berbagai hal perlu dilakukan dengan benar, diantaranya:


Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak antar lubang 40-50 cm. Usahakan agar kedalaman lubang cukup untuk ukuran kantong plastik.


Semprotkan terlebih dahulu pada bedengan agar area tanaman basah. Jangan lupa untuk membasahi benih di kantong polybag sebelum dipindahkan ke tempat tidur.


Pilihlah waktu tanam pada sore hari agar tanaman tidak layu di siang hari yang panas.


Tanamlah ciplukan tersebut sekaligus agar tanaman ciplukan dapat tumbuh bersama dan merata.


Sulamlah benih selama lima hari pertama jika ada tanaman yang mati.


Perawatan Tanaman Ciplukan


Perawatan tanaman dilakukan agar tanaman tetap sehat dan subur hingga panen. Perawatan tanaman ciplukan terdiri dari beberapa tindakan, antara lain pemupukan susulan, penyiraman dan penanganan hama. Ini juga merupakan langkah penting dalam cara menanam ciplukan.


Pemberian pupuk susulan


Hal ini sangat penting karena untuk mengoptimalkan hasil ciplukan maka perlu kita berikan kebutuhan nutrisi selama tumbuh kembangnya. 


Pemupukan diberikan secara bertahap sesuai dengan umur dan perkembangan tanaman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK (nitrogen, fosfor, kalium). Perlu diperhatikan bahwa pupuk susulan tidak diberikan dalam dosis yang terlalu banyak, apalagi jika kondisi tanamnya subur.


Berikut tahapan pemberian pupuk susulan yang tepat:


Pada 7 hari setelah di tanam, pupuk NPK diberikan dengan dosis 1 g per lubang tanam dengan cara di kocorkan. Ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar tanaman, batang dan daun. 


Caranya dengan mencampurkan 1 cangkir pupuk NPK dengan 35 L air kemudian diaduk hingga larut. Kemudian tuangkan pada akar tanaman dengan takaran yang sesuai, yaitu sekitar 1/3 gelas (100 cc) per tanaman. Lakukan dengan interval 2-3 minggu sekali dengan memperhatikan kesuburan tanaman, artinya jika tanaman terlihat subur maka dibutuhkan interval 3 minggu.


Pemberian pupuk NPK dibarengi dengan pengairan agar pupuk cepat terserap oleh tanaman.


Hentikan pemberian pupuk NPK saat tanaman mulai berbunga hingga panen.


Aplikasikan pupuk tambahan setelah panen ciplukan 3-4 kali.


Kurangi takaran pupuk NPK pada musim hujan karena air hujan itu sendiri banyak mengandung Nitrogen (N)


Irigasi


Pengairan tanaman ciplucan di bedengan bisa dilakukan seminggu sekali atau melihat kekeringan tanah di bedengan. Jangan biarkan tanah menjadi terlalu kering, karena akan menghambat perkembangan tanaman.


Pemanenan buah ciplukan


Pemanenan buah dilakukan pada saat buah ciplukan tua sudah terlihat dan merata melalui bedengan. Ciri-ciri buah tua berwarna kuning kecoklatan. Panen dengan interval 5-10 hari.


Pasca panen


Setelah 4-5 kali panen dilakukan pemupukan tambahan untuk menjaga produktivitas tanaman. Sebaiknya gunakan NPK dengan cara menyiram agar tidak merusak perakaran tanaman.


Dosis NPK bisa ditingkatkan menjadi 2-3 gram per tanaman. Caranya sama yaitu dengan melarutkan NPK dengan dosis 2-3 gelas untuk 35 liter air. Selain pupuk pada akar, Anda juga bisa menyemprotkan pupuk organik cair dan ZPT (perangsang tumbuh) pada daun.


Pupuk cair dan ZPT banyak dijual di toko-toko pertanian setempat. ZPT yang digunakan adalah GA atau Auxin. Dengan cara ini tanaman akan berbunga kembali dan berbuah.