Pilkada Gunungkidul Harus Terapkan Protokol Kesehatan


Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto meminta KPU menjamin penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 dengan disiplin ketat protokol pencegahan COVID-19.


"KPU perlu bekerja sama dengan pemerintah daerah, terutama satgas dan dinas kesehatan untuk mendukung terwujudnya protokol kesehatan untuk semua tahapan pemilu,” kata Eko, Sabtu (26/9) di Yogyakarta.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan peraturan pelaksanaan PKPU 13/2020 tentang Perubahan Kedua PKPU 6/2020 tentang pelaksanaan Pilkada dalam wabah untuk memastikan proses politik pemilihan kepala daerah berjalan dengan baik.


Eko mengatakan, pelaksanaan pilkada saat wabah juga harus memastikan implementasi aturan PKPU 13/2020 bisa berjalan dalam praktiknya.


Pasal 88C, misalnya, dengan tegas menyebutkan bahwa sejumlah kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian dilarang, seperti rapat umum, kegiatan budaya berupa pentas seni, pesta panen, dan / atau konser musik, kegiatan olahraga berupa jalan santai, dan / atau sepeda santai, lomba dan kegiatan sosial berupa bazar dan / atau donor darah dan / atau peringatan hari ulang tahun partai politik.


“Penyelenggaraan pilkada bisa berjalan dengan baik jika semua disiplin menggunakan protokol kesehatan. Kami menghimbau semua elemen untuk mematuhinya. Ada pedoman aturannya. Mari terus kita perjuangkan disiplin,” kata Eko.


Eko menilai, upaya memecah penyebaran COVID-19 harus benar-benar dilakukan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di setiap kesempatan, termasuk terkait dengan proses pemilihan kepala daerah.


Disiplin penerapan protokol kesehatan kesadaran bersama harus terus menerus diingatkan agar masyarakat aman dan proses pemilu berjalan lancar.


Tahapan pemilihan kepala daerah, mereka kini telah memasuki proses Menuju pemungutan suara pada Rabu 9 Desember.


Di DIY, saat ini ada tiga daerah yang menggelar pilkada, yakni Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.