Jangan Konsumsi Jeruk Saat Diare Kalo Tidak Ingin ini terjadi



Ketika sedang diare, makanan atau minuman yang masuk ke dalam perut pasti sangat mempengaruhi kondisi diare tersebut, baik memperbaiki ataupun memperkeruh suasana lambung. Sehingga, asupan makanan pun perlu diperhatikan ketika sedang diare. 

Ada beberapa makanan yang baik dikonsumsi ketika diare seperti roti tawar, apel, dan pisang. Kandungan nutrisi didalamnya mampu membuat diare membaik, seperti kandungan pektin pada apel yang berperan dalam memadatkan feses. 

Sebaliknya, ada juga golongan makanan yang justru sebaiknya dihindari ketika sedang diare, salah satunya adalah jus jeruk. Sayangnya, banyak yang belum tahu bahwa jus jeruk tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi pasien diare sehingga tetap mengkonsumsinya. 

Manfaat Jeruk Pada dasarnya, jeruk merupakan sumber vitamin C yang diperlukan bagi tubuh. Ketika sedang sariawan, seseorang dianjurkan untuk mengkonsumsi buah yang satu ini.

Sebelum mengetahui kenapa jus jeruk tidak boleh diminum saat diare, ketahui dahulu yuk manfaat jeruk bagi tubuh.

Sebagai antioksidan Bagi kamu yang ingin mencegah penuaan dini, mengkonsumsi jeruk adalah pilihan yang tepat. Kandungan vitamin C didalamnya berperan sebagai antioksidan bagi tubuh.

Sebagaimana diketahui, antioksidan sangat berperan dalam mencegah kerusakan sel yang diakibatkan oleh paparan radikal bebas, polusi hingga ultraviolet. Sepulang berlibur di pantai, mengkonsumsi buah jeruk adalah hal yang direkomendasikan untuk memperbaiki sel-sel kulitmu ya.

Menurunkan kolesterol LDL

Jeruk mengandung pektin, hesperidin, serta bioflavonoid yang berperan dalam menurunkan kadar trigliserida sebanyak 27% dan kolesterol 15,5% jika dikonsumsi setiap hari. Tentu saja ada batasan mengkonsumsi buah yang kaya akan vitamin C ini yakni maksimal 15 buah jeruk berukuran sedang (+150 g/buah).

Mencegah Kanker Kandungan

 likopen yang terdapat dalam jeruk berperan dalam pencegahan munculnya sel kanker pada tubuh. Selain itu, enzim GTS (Glutathione S-Transferase) yang berkolaborasi dengan senyawa limonoid membantu tubuh dalam proses detoksifikasi. Apa itu detoksifikasi? Yakni pengeluaran toksin (racun) dari dalam tubuh yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Penelitian menunjukkan bahwa jeruk mamu menurunkan risiko kanker sebesar 4-50% jika dikonsumsi secara teratur.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan vitamin C pada jeruk berperan penting dalam peningkatan daya tahan tubuh. Hal ini sangat diperlukan agar tubuh tidak gampang sakit.

Jika banyak manfaatnya, kenapa tidak boleh minum jus jeruk ketika diare?

Jika diingat kembali, ada sebagian makanan sehat yang dilarang untuk dikonsumsi seseorang yang memiliki penyakit tertentu. Sama halnya dengan diare, Mengkonsumsi buah jeruk atau jus jeruk ketika sedang diare justru akan menambah diare kamu semakin parah.

Hal ini disebabkan oleh adanya zat asam yang terkandung pada jeruk yang dapat membuat lapisan lambung iritasi. Selain itu, jika dikonsumsi ketika perut masih kosong, jus jeruk juga dapat memicu kekacauan pada sistem pencernaan. Oleh sebab itu, lebih baik hindari terlebih dahulu untuk mengkonsumsi jus jeruk ketika sedang diare.

Dengan demikian, jus jeruk termasuk ke dalam pantangan diare yang harus dihindari.

Minuman apa yang sebaiknya diminum ketika diare?

Ada beberapa hal yang lebih baik untuk kamu minum ketika sedang diare dibandingkan dengan minum jus jeruk, yaitu:

Air putih

Ketika diare, pastikan kamu minum air putih sebanyak-banyaknya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

Minumlah air putih minimal 2 liter perhari ditambah satu gelas setiap selesai buang air besar.

Air kelapa 

Kandungan elektrolitnya berperang dalam mengganti cairan tubuh yang berkurang selama diare. 

Oralit 

Tidak perlu membeli, cukup membuatnya dengan bahan air putih, gula dan garam dan minum sebanyak 200 cc setiap selesai buang air besar. Larutan oralit akan memenuhi kebutuhan cairan tubuh kamu kembali. 

Minum obat diare
 
Jika diare masih berlanjut, cobalah membeli obat diare seperti entrostop untuk hasil yang optimal. Jangan lupa untuk mengkonsumsinya sesuai dosis yang tertera pada kemasan obat tersebut.(jb)