Data Kekayaan Pasangan Calon Bupati Gunungkidul 2020

 


Pilkada Serentak 2020 di Daerah Istimewa Yogyakarta (Diy) bakal digelar di tiga kabupaten, yakni Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Para pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati telah melaporkan harta kekayaannya ke KPK, siapa paling sugih (kaya)?


Seperti dirangkum detikcom dari website elhkpn.kpk.go.id, Jumat (25/9/2020), berikut data harta kekayaan masing-masing paslon bupati-wakil Gunungkidul


1. Paslon nomor urut 1, Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto (PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS)


- Sutrisna Wibawa melapor LHKPN pada 31 Desember 2019 selaku Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Total harta kekayaannya saat itu Rp 3,09 miliar.


Rinciannya, tanah dan bangunan Rp 1,8 miliar. Terdiri dari lima lokasi di Sleman hasil sendiri, dan dua di Gunungkidul hasil sendiri.


Kemudian alat transportasi dan mesin Rp 350 juta, terdiri mobil Honda Jazz tahun 2018 Rp 225 juta dan mobil Toyota Innova tahun 2014 Rp 125 juta. Seluruhnya hasil sendiri.


Selanjutnya harta bergerak lainnya Rp 101 juta, kas dan setara kas Rp 762 juta, dan tidak memiliki utang.


- Mahmud Ardi Widanto melaporkan harta kekayaan sebagai calon penyelenggara negara (calon wakil bupati) pada 31 Agustus 2020. Total hartanya senilai Rp 4,1 miliar.


Rinciannya, tanah dan bangunan Rp 4 miliar, berada di Kota Yogyakarta hasil sendiri.


Kemudian alat transportasi dan mesin Rp 140 juta, berupa mobil Honda Brio tahun 2017 hasil sendiri. Serta kas dan setara kas Rp 1 juta, dan tidak memiliki utang.


2. Paslon nomor 2, Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi (NasDem)


- Immawan Wahyudi melaporkan LHKPN pada 31 Desember 2019 selaku Wakil Bupati Gunungkidul. Harta kekayaannya total Rp 2,02 miliar.


Rinciannya, tanah dan bangunan Rp 1,6 miliar, tersebar masing-masing satu lokasi di Bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta hasil sendiri. Kemudian dua lokasi di Kota hibah tanpa akta.


Lalu alat transportasi dan mesin Rp 114 juta, rinciannya motor Honda tahun 2014 Rp 10 juta, Yamaha Vixion tahun 2015 Rp 17 juta, Honda matic tahun 2015 Rp 12 juta, mobil Toyota Innova tahun 2005 Rp 75 juta. Seluruhnya hasil sendiri.


Selanjutnya harta bergerak lainnya Rp 50 juta, kas dan setara kas Rp 382 juta, utang Rp 141 juta.


- Martanty Soenar Dewi melaporkan harta kekayaan calon penyelenggara negara (calon wakil bupati) pada 4 September 2020. Total harta kekayaannya Rp 11,3 miliar.


Rinciannya, tanah dan bangunan Rp 10,7 miliar. Tersebar di dua lokasi di Surabaya dan tiga lokasi di Bangkalan. Seluruhnya hasil sendiri.


Kemudian alat transportasi dan mesin Rp 290 juta, terdiri mobil Mercedes C200 tahun 2008 Rp 150 juta, mobil Peugeot 207 tahun 2001 Rp 50 juta, mobil Mazda 2 tahun 2010 Rp 90 juta. Seluruhnya hasil sendiri.


Lalu ada harta bergerak lainnya Rp 100 juta, kas dan setara kas Rp 150 juta, dan tidak memiliki utang.


3. Paslon nomor 3, Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi (PDIP)


- Bambang Wisnu Handoyo melaporkan LHKPN pada 31 Desember 2019 selaku Kepala BPKAD DIY. Total harta kekayaannya Rp 3,4 miliar.


Rinciannya, tanah dan bangunan Rp 2,6 miliar. Tersebar di Kota Yogyakarta dua lokasi dan Gunungkidul satu lokasi. Seluruhnya hasil sendiri. Dan satu tanah dan bangunan warisan.


Alat transportasi dan mesin Rp 362,8 juta, rinciannya motor Honda tahun 2005 Rp 4 juta dan mobil Honda HRV tahun 2019 Rp 358,8 juta. Seluruhnya hasil sendiri.


Kemudian harta bergerak lainnya Rp 192,5 juta, kas dan setara kas Rp 267,4 juta, dan utang Rp 20,4 juta.


- Benyamin Sudarmadi melaporkan harta kekayaan sebagai calon penyelenggara negara (calon wakil bupati) pada 29 Agustus 2020. Total harta kekayaannya Rp 14,3 miliar.


Rinciannya, tanah dan bangunan Rp 7,2 miliar. Tersebar di 13 lokasi di Gunungkidul warisan, dua di Bekasi warisan, satu di Gunungkidul hasil sendiri, dua di Bekasi hasil sendiri, satu di Kota Depok hasil sendiri.


Alat transportasi dan mesin Rp 647,8 juta, terdiri mobil Toyota Alphard tahun 2009 Rp 508 juta hasil sendiri, Toyota Yaris tahun 2009 Rp 139 juta hasil sendiri.


Harta bergerak lainnya Rp 275 juta, surat berharga Rp 5,2 miliar, kas dan setara kas Rp 987 juta, dan tidak memiliki utang.


4. Paslon nomor urut 4, Sunaryanta-Heri Susanto (Golkar, PKB)


- Sunaryanta melapor harta kekayaan sebagai calon penyelenggara negara atau calon kepala daerah pada 25 Agustus 2020 senilai total Rp 14,1 miliar.


Rinciannya tanah dan bangunan Rp 9 miliar, lokasinya tiga di Gunungkidul dari hasil sendiri dan satu lokasi di Bantul dari hibah tanpa akta.


Kemudian alat transportasi dan mesin senilai Rp 561 juta, rinciannya mobil Mitsubishi Pajero S 2.4 LDSAT tahun 2016 Rp 250 juta, motor Kawasaki E 250 T tahun 2018 Rp 36 juta, mobil Innova Venturer 2.0 tahun 2018 Rp 275 juta. Seluruhnya dari hasil sendiri.


Selanjutnya harta bergerak lainnya Rp 247 juta, kas dan setara kas Rp 2,6 miliar, harta lainnya Rp 1,6 miliar. Sunaryanta melaporkan tidak memiliki utang.


- Heri Susanto melaporkan LHKPN pada 21 November 2019 dengan jabatan Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Total harta kekayaan yang dilaporkan Heri senilai Rp 3,6 miliar.


Rinciannya, tanah dan bangunan senilai Rp 3,4 miliar, tersebar di Kota Depok, Jakarta Selatan dan Gunungkidul. Seluruhnya hasil sendiri.


Kemudian alat transportasi dan mesin Rp 401 juta, rinciannya motor Honda Supra tahun 2008 Rp 3 juta, motor Yamaha R15 tahun 2017 Rp 28 juta dan mobil Toyota Fortuner tahun 2016 Rp 370 juta. Seluruhnya dari hasil sendiri.


Selanjutnya harta bergerak lainnya Rp 35 juta, kas dan setara kas Rp 102 juta. Heri juga melaporkan memiliki utang Rp 393 juta.


Sehingga, dari total 18 calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada serentak 2020 di tiga kabupaten di DIY, yang paling tajir untuk posisi calon bupati adalah calon Bupati Gunungkidul Sunaryanta dengan harta kekayaan senilai total Rp 14,1 miliar.


Sedangkan calon wakil bupati paling tajir adalah calon Wakil Bupati Gunungkidul Benyamin Sudarmadi dengan total harta kekayaan Rp 14,3 miliar.